Seandainya,…….

Penulis: Novi Adriyanti


Di suatu lembah yang subur, dimana air mengalir dengan jernih, sumber makanan yang berlimpah dan kehidupan yang damai. Tampak seorang penyihir jahat yang bernama Cemarikotori. Penyihir Cemarikotori murka melihat lembah yang begitu subur, dia benci keindahan. Dia sangat kotor dan bau bahkan dia tak pernah mandi sekalipun. Dia berniat untuk mengubah lembah itu menjadi kotor dan tandus.

Penyihir Cemarikotori : Hahaha,……Haa,............
Akan ku ubah tempat ini menjadi kering.
Hahaha,.......haha,....
(berjalam mondar mandir sambil tertawa)
Menangislah para rakyat,
Memohonlah ,...............
Lembah ini akan ku kutuk.
”Lembanikukotoricemari”
Haha,.....ha...ha....aku puas,......puas......
Sekarang lembah ini menjadi kotor dan tandus.
Hahaha,..............ha..............
(pergi tanpa bekas)

Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun terus berjalan. 4 tahun telah berlalu, rakyat di lembah itu menderita. Terdengarlah suara teriakan 2 orang yang kelaparan dan kehausan.

Mela : Aku Lapaaaaarr,..............
Laparrrr,...........perutku keroncongan
Makan,..........makan......
(Sambil merangkak dan memegang perut)
Larati : Aku hauuuuus,.........
Hauuuuuuss,.........hauuuuss
Air,....air......
(Mondar mandir tak karuaan)

Tiba-tiba munculah seorang gadis dan membuat bingung orang kelaparan dan kehausan. Gadis yang merindukan lembah subur dan berharap lembah itu bisa kembali lagi seperti dulu.

Rindu : Seandainya,........
Penyihir itu tidak mengutuk lembah ini.
Penyihir jahat,........kejam,..........kejam,.........
(teriaknya kesal dan pergi menghilang entah kemana)

Bu Miski : Kasihan anak-anakku, mereka kehausan dan kelaparan.
Kemarilah nak, sabar ya nak.
Semoga semua ini cepat berlalu.
(terlihat prihatin dan sedih melihat anak-anaknya)
Mela : Aku Lapaaaaarr,..............Lapaar
Nasi,...ayam goreng......dimana kalian?
Aku lapar....lapar
(Sambil mencari terpontang panting)
Larati : Aku hauuuuus,.........
Hauuuuuuss,.........hauuuuss…aku minta air
Air,....air......dimana engkau?
(Mondar mandir kesana kemari)

Kemudian datanglah 2 orang adik kakak yang kaya raya dan sombong. Lalu Bu Miski datang menghampiri mereka dan memohon, minta-minta.

Jayanti : Tempat apa ini ? Iiih kotor,.....bau......
(merasa risih dan menutup hidung)
Bu Miski : Nyonya besar,............
Tolonglah kami,....kami kehausan ,...kelaparan.
(berharap akan pertolongannya)
Soraya : Ih orang miskin, bau tengil, bisa hidup lagi.
Sana minggir, saya jijik melihat kamu.
Iiih Viiruss......viruss,......virus,........
(risih meliat Bu Miski)
Jayanti : Iih Kak, bajumu kotor.
(menunjuk kearah kakaknya)
Soraya : Waahh masa,.... Iiiih dasar orang miskin.
Gara-gara kamu baju saya jadi kotor
Pergi sana,.....pergi,.....huss,....husss..huss
(mengusir Bu Miski sambil mara-marah)
Jayanti : Kamu ga punya telinga ya,...Pergi sana,....sana,......
(teriaknya sambil mengusir)

Karena melihat ibunya di caci maki oleh orang kaya yang sombong, Mela dan Larati menghampiri ibunya dan meminta-minta kepada orang kaya.

Mela : Lapaaaar........... (memegang kaki Jayanti)
Minta makanan,......Lapar...makan....makan
(sambil memohon)
Larati : Saya hauuuus........ (memegang kaki Soraya)
Minta airnya,....hauss,...hauss,........
(sambil menita-minta)
Ibu Miski : Sudahlah,....anak-anaku..
Mereka itu orang kaya yang kejam,...kejam....
Tidak punya belas kasihan..
(Sambil memegang kedua anaknya)

Tiba-tiba muncul kembali seorang gadis yang membuat bingung orang kelaparan dan kehausan.

Rindu : Seandainya ,.......
Semua orang di lembah ini bisa hidup damai.
Damailah,.....berdamailah,............wahai orang-orang.
Berdamailah,…………… Piiiissss men,……
(mengilang tanpa jejak)
Soraya dan Jayanti : Orang miskin,...........
Pergii kalian,.........
(teriak mereka berdua)

Akhirnya orang miskinpun pergi meninggalkan mereka berdua dan mereka pun sibuk membersihkan kotoran yang ada di baju mereka.

Mela : Ibu, makanan,....makan.
(melihat ibunya)
Larati : Ibu hauuus,.......air
(memegang tangan ibunya)
Ibu Miski : Sabarlah anak-anaku, semoga keajaiban bisa datang.
(penuh pengharapan)

Gadis yang membuat bingung orang miskin, akhirnya muncul kembali.

Rindu : Seandainya,.............
Ada orang yang bisa mengembalikan lembah ini seperti dulu.
Indah,......subur,..........
Datanglah wahai penyelamat,...........datanglah,.....
Datanglah,..............
(teriakan yang perlahan menghilang dengan sosoknya)

Kemudain datanglah seorang peri kecil, yang telah di utus untuk menyelamatkan lembah itu, dia bernama Peri Kinclong.

Peri Kinclong : Haah,.......ko tandus.. (berjalan kesana kemari)
Nah lhooo,........ko kurus (mendekati Mela)
Nah lhooo,........ko kering (mendekati Larati)
Kasian,..............kasian kalian.
Soraya : (mendekati peri Kinclong)
Ini siapa lagi ?
Kurus,.......kering kaya begini...Ha.....
Jayanti : Ya benar kak, kurus !!! Kurus, kecil lagi,........
(membenarkan pendapat Kakaknya)
Peri Kinclong : Asal kalian tahu,..
”Aku Peri Kinclong, gigiku tidak ompong
Aku tidak sombong, tak pernah lupa menolong
Kinclong,...Kinclong,.........Kinclong...
Lalalalala,.............Aku Peri Kinclong”
(bernyanyi seperti nyanyian Burung Kakatua)
Soraya dan Jayanti : Kwkwkhahahaahaha,.......Peri Kinclong
(tertawa terbahak-bahak)
Soraya : Hari gini, ada peri. Hahaha,.......
Jayanti : Ya kak,..hari gini ada peri. Paling juga peri solokan.
Hahaha,.............(tertawa)
Peri Kinclong : Dassar kalian orang kaya yang sombong.
Ku kutuk kalian jadi patung ”Ooowrakayasialan”
(komat kamit mengucap mantra)
Soraya dan Jayanti : Pergiiiiiiii,..............

Namun kedua orang kaya yang sombong tidak sempat melarikan diri, akhirnya mereka menjadi patung. Orang miskin sangat terkejut melihat kedua orang kaya itu menjadi patung.

Ibu Miski : Ooh peri,....
Apakah engkau benar-benar seorang peri.
Tolong kembalikanlah lembah ini.
(memohon kepada peri dengan penuh pengharapan)
Mela : Ibu peri,....
Lapaaaarr minta makan,..makan
Larati : Aku haus,....minta air.....air
(melihat ibu peri)

Tak ada habisnya, gadis aneh itu kembali muncul.

Rindu : Seandainya,.......
Jika engkau benar seorang peri yang di utus untuk
Menyelamatkan lembah ini. Tolonglah,.....bantulah,.....
Selamatkanlah wahai peri,.........
sebelum penyihir jahat itu kembali datang.
(hilang tak tahu kemana)

Tak perlu menghitung detik, akhirnya penyihir jahat datang.

Penyihir Cemarikotori : Hahaha,..........haha,.............haha......
Siapa yang berani mengubah lembah ini.
(mengelilingi lembah)
Lawanlah aku, siapa yang berani menantangku,
Sang Penyihir ”Cemarikotori”
Hahahaha,........ha..........

Ibu dan kedua anak yang kelaparan dan kehausan terdiam, terkejut seolah ketakutan.

Peri Kinclong : Oh, jadi kamu penyihir yang mengubah lembah ini.
(menantang Penyihir Cemarikotori)
Penyihir Cemarikotori : Hahaha,..........haha,.............haha......
”Aku adalah penyihir jahat, selalu kotor dan juga bau
Setiap hari tak pernah mandi, ataupun lupa menggosok gigi
Penyihir Cemarikotori,...Penyihir Cemarikotori”
(bernyanyi dengan nyanyian Anak gembala)
Itulah namaku,..........
Hahahahaha,...........haha (berlagak sombong)
Peri Kinclong : Iiiih,.......ihiih,..............
Penyihir mulutmu bau tuh,.
Badanmu juga bau.
(sambil menutup hidung)
Bu Miski, Mela & Larati: Iiiih,....bau.............
Iiiih,....ga pernah mandi
Iiih ,...........ko gitu siih,.......
(seru mereka bertiga)
Penyihir Cemarikotori : Kalian diam orang miskin,........
Akan aku kutuk kalian jadi patung seperti mereka.
(ancam Penyihir Cemari kotori)
Bu Miski, Mela & Larati: Ampuuun Penyihir,.............kita akan pergi....
Kita akan pergi. (ketakutan)
Penyihir Cemarikotori : Hahahhahahahahaha,..............(tertawa)
Ibu Miski : Ayo anak-anaku kita pergi, sebelum penyihir itu berubah pikiran.
(ajak ibunya)
Mela : Aku lapar,..............Penyihir bau..(sambil pergi)
Larati : Aku hauss,............Penyihir yang ga pernah mandi..(pergi juga)
Ibu Miski : Sadarlah kau Penyihir bau dan ga pernah mandi......(pergi)
Penyihir Cemarikotori : Aku bau,........aku ga pernah mandi
(sambil mencium badannya)
Oh tidak,...........ternyata aku memang bau
(memegang kepalanya)

Kehadiranya yang aneh, membuat bingung. Akhirnya gadis itu datang kembali.

Rindu : Seandainya,........
Penyihir Cemarikotori bisa insaf.
Cepatlah tobat,.......cepatlah tobat.......
Kiamat sudah hampir dekat...(teriaknya)
Penyihir kembalilah engkau ke jalan yang benar.
Cintailah keindahan dan kebersihan,
Karena kebersihan dan keindahan sebagian dari iman.
Lihatlah diriku,.........aku bersih, aku wangi.
Kembalialh,......kembalilah,...............
(hilang tanpa bekas)
Penyihir Cemarikotori : Aku bau,........aku ga pernah mandi
(sambil mencium badannya)
Aku ingin wangi,............bersih,........
Peri Kinclong : Aku tahu caranya,.........
Kembalikanlah lembah ini seperti dulu,
karena itu merupakan cara supaya kamu bisa mandi.
Kamu pati bisa wangi dan bersih, tentunya,
Kinclooooong,.......clooong,......clong........seperti namaku
Peri Kinclong...
(sarannya)
Penyihir Cemarikotori : Baiklah kalo begitu, akan ku kembalikan tempat ini.
”kambalibalikan...kambalibalikan” (mengucap mantra)

Setelah lembah itu kembali seperti dulu, Penyihir Cemarikotori telah sadar.

Penyihir Cemarikotori : Ternyata benar, lembah ini indah sekali.
Kalau begitu aku mau pergi dulu,......
aku mau mandi biar wangi dan bersih...
Dadah semuanya, selamat tinggal.
(sambil pergi)
Peri Kinclong : Jangan lupa gosok gigi ya,........
(saranya)

Kemudian orang kaya yang di ubah menjadi patung bisa berbicara.

Soraya : Jangan lupakan kami,
Aku ingin menjadi manusia lagi.
(memohon)
Jayanti : Ya,....jangan lupakan kami.
Kami tidak mau menjadi patung selamanya.
Penyihir Kinclong : Okey kalau begitu, akan aku ubah kalian menjadi manusia.
Tapi dengan satu syarat, kalian harus berubah dan membagi
harta kalian kepada orang miskin.
Janganlah kalian sombong.
(pintanya)
Soraya dan Jayanti : Baik, peri. Kami tidak akan sombong lagi.
Peri Kinclong : ”orakayakambalibalikan”
(mengucap mantra)

Setelah orang kaya itu berubah, mereka pun tersadar dan kembali menjadi manuisa.

Soraya : Terimakasih, peri....
Jayanti : Ya,...terimakasih peri yang cantik dan tidak sombong.
(memuji peri itu)
Peri Kinclong : Ya , tapi ingat janji kalian.
Sekarang tugasku sudah beres. Aku akan pergi.
Selamat tinggal semuanya,...........
Bersenang-senanglah,...........
(meninggalkan lembah itu)

Setelah peri yang di utus itu pergi, Soraya dan Jayanti merasa senang.

Soraya : Akhirnya Kakak menjadi manusia lagi.
Jayanti : Ya kak, akhirnya kita jadi manusia lagi.
(selalu membenarkan kakaknya)
Soraya : Kalau begitu, ayo kita pulang kerumah.
(ajaknya sambil pergi)
Jayanti : Dengan senang hati kak,...

Kakak beradik itupun pulang kerumah dengan bahagia. Tiba-tiba terdengarlah Ibu Miski dan kedua anaknya, mereka sedang mengeluh karena keterlaluan.

Ibu Miski : Anak-anaku, kalian sekarang tidak kelaparan dan kehausan lagi.
(ujar Bu Miski)
Mela : Aku kenyang,.............kenyang,...........perutku kenyang.
(ucapnya sambil tertawa),...
Ibu, aku mau pergi main.
(meninggalkan Ibu Miski dan Larati)
Larati : Ibu aku ingin buang air kecil,....
Dari tadi aku sudah menghabiskan segalon air minum.
Aku ingin buang air kecil,............
Kebelet pipis,........
(Kocar kacir meninggalkan ibunya)
Ibu Miski : Dasar anak-anak. He.......
(ucapnya sambil tertawa)
Terimakasih Tuhan, karenamu tempat lembah ini kembali.
(sambil mengambil nafas dan pergi mengikuti kedua anaknya)

Lama tidak muncul, akhirnya gadis aneh itu muncul kembali.

Rindu : Akhirnya,............
Bunga-bunga kembali mekar,
Air kembali mengalir,
Kerinduan perlahan telah pudar,
Jalan keindahan sudah terbuka lebar,
Kedamaian kini telah hadir,........
Berbahgialah,..........berbahagialah,................
(sambil menghilang)

Renungan

 WAKTU


Waktu memang tak pernah bosannya berputar. Dengan waktupun kita bisa mengukur berapa lama kita kuat bertahan melalui hidup di dunia ini, waktupun yang mengakhiri kita hidup di dunia ini.
Aku tak pernah tahu kapan waktu akan mengakhiri hidupku saat ini. Aku ingin tahu kapan dan aku hanya bisa menunggu waktu itu datang. Andai aku tau waktu itu kapan datang, mungkin aku akan bersiap-siap untuk untuk menunggunya, dan mungkin aku telah siap apabila waktu menjemputku.
Tubuh ini sangat sakit, menderita menahan perih. Aku hanya bisa berdoa agar agar waktu cepat datang dan mengakhiri perih yang diderita oleh tubuh ini. Sempat terfikir dalam benakku ini untuk mengakhiri waktuku sendiri, namun ku berpikir ulang mengakhiri waktu dengan kehendak sendiri itu tak menguntungkan, dan timbul pertanyaan dalam benakku “Apa aku siap untuk mengakhiri waktuku sendiri? Apa aku siap mempertanggungjawabkan semuanya?”
Rasa sakit ini tak pernah hilang “anjinx” kata itu terlontar saat sakit it uterus menggigit dalam tubuh. Persetan dengan waktu itu, aku tak tahan menahan semuanya. Obat-obat ini telah merasuk dalam tubuhku dan otakku. Aku ingin mati agar aku tak menyia-nyiakan waktu dengan berbagai rasa sakit yang aku derita. Aku tak ingin membuat kerugian yang sangat besar lagi untuk kedua orang tuaku. Dengan aku lahir ke dunia ini tanpa rasa ingin dimiliki oleh orang tuaku. Aku anak yang terbuang walaupun aku masih memiliki orang tua. Aku tak terperhatikan, aku tak diindahkan dan aku tak diinginkan.
Hanya obat-obat itu yang memperhatikanku, megindahkanku dan menginginkanku. Dari waktu aku mengenal obat itu. Dulu aku lupa akan waktu, tapi waktu itu yang mengingatkanku akan hidup yang lebih berarti. Tapi aku sadar waktu juga membuat hidupku sia-sia karena waktu mengenalkanku padanya.
Kerugian yang disebabkan oleh waktu membuat hidupku sia-sia. Seharusnya aku memanfaatkan waktu itu, tapi tak bisa ku manfaatkan. Aku tergoda oleh obat-obatan itu. Obat itu yang menjanjikan hidup di dunia. Dunia yang penuh dengan imajinasi, dunia yang membuat kerugian yang sangat besar untukku dan keluargaku.
Persetan dengan tubuh yang sakit ini, aku ingin memanfaatkan sisa waktuku yang sedikit untuk membahagiakan orang-orang yang telah aku rugikan. Aku tak peduli dengan mereka yang menginginkan keberadaanku di dunia, yang pasti mereka ingin segera waktu menjemput ajalku.
Di malam yang dingin, gelap dan sunyi tubuh ini terkapar tak berdaya. Aku merintih, menjerit, namun sesaat aku tertawa karena aku merasa waktu telah datang menjemputku. Tubuh ini tak bisa ku gerakkan, ku inginkan barang itu namun ku harus menahannya karena waktu sebentar lagi akan mengakhiri hidupku. Orang-orang itu menangis tapi mataku melihat orang-orang itu seakan tertawa dan berkata “Cepatlah kau pergi dari sini, kami tak tahan harus melihatmu!”
Waktu itu telah menjemputku. Aku bahagia dan sekarang aku akan tenang dengan semua yang aku dapatkan di penghujung hidupku ini.

Kosakata Sastra

Balasan Cintaku
Cerpen HRA 8


Kadang rasa cinta begitu indah saat cinta datang dan menghampiri kita. Tapi, cinta begitu menyakitkan saat cinta pergi dan menjauh dari kita. Ya itulah cinta, kita tak pernah menyadari aka nada dan tiadanya cinta itu.
Perasaan itulah yang sedang kualami, rasa yang selalu buat hati bergejolak tak karuan, membuat pikiran yang tak pernah tenang karena selalu ingat padanya, dan membuat segalanya menjadi buta oleh perasaan cinta. Saat pertama kali ku melihatnya ku tau dirinya dan ku mengenalnya. Aku mulai tertarik pada sosok lelaki itu yang bernama Sigit. Mungkin ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Sejak pertama ku lihat dia, fisiknya yang membuatku terpesona. Dimataku wajah dan penampilannya yang begitu sempurna dan mungkin stiap perempuanpun akan mengatakan seperti itu jika telah melihatnya. Sebenarnya aku mengira perasaan ini hanya sebatas mengidolakannya saja. Tapi lambat laun semuanya berubah, ternyata aku jatuh cinta pada laki-laki itu. Mungkin karena sering melihatnya dan bertatapan wajah dengannya bahkan hamper setiap hari karena dia adalah teman satu sekolahku di SMA, dan juga dia berbeda dengan laki-laki lain, sikap dan sifatnya dingin terhadap perempuan menjadi alasanku menyukai Sigit. Tadinya aku hanya ingin menyimpan perasaan ini sendirian, tapi aku tak bisa menyembunyikan kebahagiaan ini dari teman dekatku Selli.
“Hilda kamu kenapa sih? Dari tadi aku perhatiin kamu kok senyum-senyum sendiri. Kayaknya ada sesuatu nih, ceritain dong!” Tanya Selli padaku. “Mm.. gini Sell, sebenarnya aku lagi suka ama cowok di sekolah ini, Pokoknya dia itu perfect banget deh.” Sahutku. “Oh, ternyata itu penyebabnya, emangnya dia siapa sih? Aku jadi penasaran deh.” Tanya Selli dengan mimic muka penasaran. “namanya Sigit anak kelas 10. Kamu pasti tau kan? Jawabku dengan suara yang rendah. Oh.. yang itu, aku kira siapa.” “Emangnya kenapa Sell? Ada yang salah ya. Kok kamu kayak yang gak seneng gitu sih.” “Bukannya gitu Hilda. Aku Cuma pengen kasih tau kamu aja ya. Di sekolah ini tuh banyak yang suka ama dia, banyak yang ngekhayal pengen jadi pacar dia dan mungkin dia lagi ngincer seseorang di kelas kita.” “Ya Selli kok kamu malah ngomong kayak gitu. Jangan-jangan kamu lagi yang suka ama Sigit?” “ngawur kamu kalau ngomong. Sorry nih bukannya aku pengen mutusin harapan kamu. Tapi dari pada nanti kamu kecewa dan sakit hati, mending kamu simpen perasaan cinta kamu sama Sigit itu.”
Sebentar ku berpikir, kenapa teman yang sudah ku anggap sahabat ternyata dia berbicara yang membuat hatiku tersendat. Tapi sudahlah tak perlu dipikirkan. Mungkin ini omongan Selli yang tak ingin membuat hatiku kecewa nantinya. Berhati-hati aku menjalani semua aktifitasku dengan baik. Ku tambah semangat untuk pergi sekolah dan aku jadi giat belajar karena aku diiringi oleh perasaan cintaku pada Sigit. Tapi pada suatu saat rasanya hati ini bagaikan dicambuk oleh perkataan yang tak ingin ku dengar. Aku mendapat kabar bahwa Sigit menyukai teman sekelasku Leni.
“Hilda, aku udah pernah bilang sama kamu dulu. Lupain Sigit! Dia gak mungkin jadi milikmu.” Ucap Selli memberitaukan dengan lantang. “Emangnya ada apa? Aku gak ngerti apa yang kamu bicarain Sell.” Sahutku. “ Hilda ternyata Sigit suka sama teman sakelas kita, Leni.
Dari situ aku tidak tidak bisa berkata apa-apa. Hanya air mata yang bisa ku keluarkan, hanya perasaan kecewa yang aku rasakan. Laki-laki yang dulu yang sangat kusayangi ternyata dia lebih menyayangi Leni, menyukai dan menginginkan Leni temanku sebagai pacarnya, bukan aku yang telah menaruh harapan besar padanya.
Ku sadar dari kejadian ini, bahwa Sigit tak pernah merespon semua perasaanku, dia mengabaikan perasaanku dan lebih menyakitkan lagi dia tak membalas cintaku yang tulus. Inikah balasan dari semua ketulusan cintaku, kekecewaan yang kuterima. Maafkan aku karena sudah menyimpan kenangan indahmu dihatiku. Ku coba menggapai semua mimpiku, tapi taka da satu yang dapatku raih, hanya sakit yang ku dapat sebab ku telah jatuh..jatuh dimana aku telah menanam rasa cintaku ini pada Sigit. Sekarang ku ikhlas, ku turut bahagia atas pilihan hatimu Sigit. Maafkan Hilda…..

Cerita Kita

“GURATAN GURATAN TINTA HARAPANKU ”
Jika anda memang benar-benar seorang manusia biasa bukan manusia setengah dewa, tentunya didalam hati anda terbersit suatu keinginan, harapan, impian, angan-angan, cita-cita, dll. Ya, itulah segelintir kata yang hampir mempunyai makna atau definisi yang sama didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) namun berbeda ejaan dan tatanan huruf alfabet.
Saya yakin setiap orang mempunyai suatu keinginan, hanya orang yang tidak mempunyai kemauan yang tidak mempunyai keinginan. Hanya orang yang putus asalah yang tidak berani untuk mengatakan “mau” meraih impiannya dan mengatakan “tidak” untuk gagal. Tapi harus diingat kembali, bahwa tak selamanya keinginan itu bisa dicapai dengan otak hampa. “Tak semudah membalikan telapak tangan” itulah sebuah pepatah yang sangat cocok untuk dijadikan sebuah renungan. Renungan untuk menggapai suatu impian yang diangan-angankan menjadi impian yang benar-benar nyata dan dapat  dirasakan. Apapun jua bisa terbukti andai langkahku bisa terhenti dipemberhentian dengan tepat dan akurat. Menuju puncak gemilang cahaya, siapa sih yang gak mau?
Jadi teringat akan sebuah lagu grup band Nidji “Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukan dunia. Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya”. Untuk itu saya berani mengatakan “mau” untuk bermimpi, dan katakan “yakin” jika mimpi itu akan terwujud. Sebagai manusia biasa dan bukan manusia setengah dewa, saya mempunyai sebuah keinginan, harapan, impian, angan-angan, cita-cita.
“Harapan adalah sarapan yang baik, tetapi makan malam yang buruk.” Francis Bacon. Saya harus hidup dengan harapan, tetapi saya tidak bisa menggantungkan hidup hanya pada sebuah harapan. Tetapi hal itu tidak cukup, tidak bisa hanya berharap tetapi juga harus bertindak. Ya inilah dia, saya persembahkan guratan-guratan tinta yang membentuk kata lalu dirangkai menjadi kalimat yang mempunyai ikhtisar tentang keinginanku, harapanku, impianku, angan-anganku, dan  cita-citaku. Dan semoga guratan-guratan tinta biasa ini kelak menjadi sebuah guratan tinta emas sebagai salah satu bukti keberhasilan jika saya telah menuju puncak yang menjulang tinggi.
Sebagai orang yang mempunyai Tuhan. Ibadahku, shalatku, puasaku, zakatku dan semuanya milikmu ya Allah, semoga ibadahku tertunaikan dengan maksimal dan semoga aku digolongkan kedalam orang-orang yang beriman.
Sebagai anak yang telah lahir dan mempunyai orang tua. Berbakti kepada orang tua itu yang paling utama “Ya Allah lindungilah mereka berdua disetiap langkahnya dan limpahkanlah keselamatan atas mereka yang telah membesarkan saya” terlalu banyak dosa dan khilaf sering terlontar. Sampai saat ini saya belum bisa memberikan apa-apa kepada mereka, semoga engkau membalas kebaikan orang tua saya selama ini.
Menjadi insan yang bisa merencanakan masa depan dengan pasti, sampai sekarang saya belum bisa membayangkan seperti apa masa depan saya nantinya. Hanya bisa berharap, bermimipi, berangan-angan, bercita-cita sesuai dengan temanya. Apakah saya akan menjadi Presiden Republik Indonesia (RI) ataukah hanya sebagai seorang Presdir Perusahaan dengan owner yang gagah dan tampan seperti Hercules. Yang pasti saya ingin menjadi seorang manusia yang bergelut dalam dunia pencarian berita. Istilah lainnya menjadi seorang jurnalis yang dikenal karena kehebatannya, lebih spesifiknya lagi saya ingin menjadi jurnalis sastra, menjadi wartawan yang baik bukan wartawan yang bodrex, reporter yang cakap bukan pintar dalam memutarbalikan fakta, pembawa berita baik bukan asal gossip, menjadi seorang editor yang mempunyai karakter tersendiri dimata publik sehingga mudah untuk dikenal. Semuanya adalah mimpi, dan mimpi itu bukan hanya sekedar impian tetapi secercah cita yang harus dicapai.
Semoga saya bisa menyelesaikan kuliah dalam 4 tahun. Ingin seperti Habibie, Soekarno, Taufik Ismail, Louis Sepulpeda, Acep Zam Zam Noor, Khalil Gibran, Raditya Dika, Andrea Hirata dan semua tokoh idolaku.  Mereka termashyur karena karya-karya mereka yang begitu spektakuler, mudah-mudahan saya juga seperti mereka bisa mengguncang dunia dengan ukiran-ukiran kata yang penuh makna. Sebelum selesai kuliah saya ingin membuat karya-karya tulisan, bisa menghasilkan uang lewat tulisan, mudah-mudahan tulisan saya itu bisa laris kemudian ada Produser film yang kepincut dengan tulisan saya. Kemudian tulisan saya dibuat filmnya, seperti film “Kambing Jantan”. He Semakin lancar dalam berkomunikasi, bernegosiasi, berlobbyisasi, mobilisasi, berpapasan dengan komunikasi.
Sebagai seorang wanita, pastinya saya mengingankan seorang pendamping hidup yang sholeh, setia, seia sekata. Bisa menjadi seorang imam bagi keluarga, yang bisa mengerti, menyayangi saya, menerima sepenuh hati yang tulus.
Andai Engkau berkenan, berikan aku kasih dan sayang Mu hingga aku semakin tahu diri dan mensyukuri segala yang Engkau berikan. Tuhan, berikan aku sahabat-sahabat yang selalu setia dalam menggapaiMu.  Yang tangguh dan tabah dalam segala kesulitan. Yang tidak menjauh bila diberi kesenangan, tidak mengeluh bila diberi cobaan. Berilah saudara-saudaraku karunia yang membuat mereka selalu bersyukur kepadaMu. Janganlah Engkau pecah belah kami. Janganlah kepada kami Engkau titipkan dendam kesumat, iri dengki dan sifat-sifat tercela. Tapi titipkanlah di hati kami sifat saling menyayangi dan mencintai sesama. Hari ini dan untuk selamanya.
Amalan saya terhadap semua orang semoga bisa bertambah, jadi semua orang bisa bahagia walaupun hanya sepeser koin yang tak berharga bagi mereka yang mengaku kaya raya tapi yang penting hati saya ikhlas. Semakin banyak teman, semakin banyak jaringan, semakin banyak orang-orang yang ada di dekatku, semakin banyak orang yang percaya, supaya usaha kita lancar. Amin Semoga bisa dapat penghasilan yang mencukupi hidup saya. Bisa membantu meringankan beban orangtua, setidaknya ingin membahagiakan orangtua. Insyalloh ingin pergi haji sama orangtua. Amin
Semoga bulan depan bisa beli laptop, amin. Komputer di rumah rusak, layarnya sudah tua terlalu banyak sakit-sakitan. Harus diberi perawatan yang mewah, jika tidak semuanya tinggal kenangan. Almarhum Komputerku sayang kini ku tendang, tapi nanti satu bulan yang akan datang. he
Kamarku menjadi Surgaku yang terindah, (alhamdulillah setelah sekian lama saya menjadikannya gudang penyimpanan unek-unek dan sekarang tampaknya berubah dan tergantikan menjadi sebuah kamar anak kostan yang kurang lebih ukurannya 2x2 meter). Tapi disanalah tempatku untuk merenungkan segalanya, memecahkan suatu permasalahan, tempatku selalu merindu akan kampung halaman, tempatku berdiam diri selama mencari ilmu di Perguruan Tinggi. Nikmatilah hidup, syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah, masih beruntung diberi kehidupan.
          Saya pengen gemuk, sudah bosen dibilang kurus sama orangtua, sama orang lain. Katanya kurang gizi, padahal dalam kenyataannya makan tiap hari banyak. Pokonya segala jenis makanan kecuali makanan yang beracun dan bahaya bagi pencernaan saya makan dengan lahapnya. Asupan 4 sehat 5 sempurna harus ada tiap hari. Tapi jangan terlalu berlebihan jika merasa tidak ada, hidup normal sebagai anak kostan. He pada ngirit, hemat sama saja.
          Menjadi manusia yang tenang seperti air di tengah telaga yang damai. Punya kendaraan pribadi, punya Surat Izin Mengemudi (SIM) ini yang selama ini saya fikir sebagai penghambat untuk bermobilisasi ke mana-mana. Padahal saya ingin menjelajahi seluruh dunia ini dengan skil yang saya miliki.
          Menjadi manusia yang selalu tepat waktu, tak pernah ingkar janji, menghormati orang lain, belajar untuk bijaksana, bersabar, melatih diri dengan hidup disiplin. Menjadi insan yang rajin dan tidak suka bermalas-malasan.
Mampu menggunakan semua waktu dengan sebaik-baiknya. Ingat “Waktu adalah uang” dan hanya untukMu ya Allah badan saya dan seluruh waktu ini milikMu jadikanlah manfaat untuk diri saya sendiri.
Inilah sebuah karya Taufik Ismail yang menjadi sumber inspirasi untuk menggapai semua keinginanku, harapanku, impianku, angan-anganku, dan  cita-citaku.
Sajak ‘Kerendahan Hati’
oleh Taufik Ismail
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin,
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul di pinggir jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya,
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten,
Tentu harus ada awak kapalnya..
Bukan besar kecilnya tugas,
Yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu..
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri..

Cerita Kita

Part 1
Penulis: Novi Adriyanti dan Andre Catur Prasetyo

Bandung, 26 Agustus 2010
Suatu hari terlihat seorang perempuan yang sedang melamun dihalaman sekolah. Perempuan itu bernama Novi, karena pengkhianatan seseorang dia sering melamun dan sifatnya yang periang seolah hilang ditelan oleh kesedihan.
Dari kejauhan dia melihat sosok lelaki yang agak asing, entah siapa namanya. Keesokan harinya lagi sosok lelaki itu muncul dengan tiba-tiba, seolah dia sedang memata-matainya.
"Siapa ya?? gerak-geriknya ko aneh banget, kaya mau nyuri ayam aja". "oo ternyata lelaki yang selama ini terlihat mata-mata itu namanya Andre".
Semakin hari, mereka sering bertemu, tapi tak pernah sekalipun mereka bertegur sapa, mereka hanya memendam rasa malu. Dia pun terus memikirkan siapakah lelaki itu. Suatu hari hapenya berbunyi, ada sms yang masuk dan ternyata itu sms dari seseorang yang sedang dia pikirkan, yaitu Andre. Semakin hari mereka pun semakin akrab.
Hingga pada suatu hari Andre pun menyatakan perasaannya, Novi pun terkejut sekali, karena tidak ku sangka ada orang yang sudah lama suka padanya. Novi pun bingung untuk menjawabnya.
Detik-detik kebingungan berakhir, ketika Novi memutuskan untuk menjalani kisah cinta bersama Andre. Dia berharap Andre bukanlah lelaki pengkhianat, dia masih merasa dihantui oleh bayang-bayang masalalunya yang suram.
Walaupun itu semua terlalu cepat untuk mereka, tapi hari demi hari mereka jalani, merekapun mulai saling mengenal, saling mengasihi dan saling mengerti.
Saling mengenal, mengasihi, dan mengerti. Tapi suatu malam, Novi merasa tidak mengerti dengan datangnya sms yang terlihat aneh dan meresahkan pikiran Novi. "sebenarnya ada apa ini??"
Ya, sms itu telah meracuni pikiran Novi. Dia tak bisa tidur, selalu gelisah dan merasa sedih. Dia merasa takut kejadian yang lalu kembali terulang dan dia selalu menyembunyikannya dari Andre.
Novi gak mau jika hubungannya hancur gara-gara hal sepele. Akhirnya dengan rayuan Andre, Novi menceritakan semuanya, intinya semua itu hanyalahal kesalahpahaman, mereka pun saling meminta maaf. Akhirnya masalah yang hampir memisahkan mereka pun terselesaikan. Semenjak kejadian itu mereka pun menjadi lebih pengertian satu sama lain. Dan sekarang tepat 2bulan hubungannya, mereka membuat rangkaian cerita tentang cinta. Walaupun masih seumur jagung, tapi mereka berharap bahwa inilah cinta terakhir mereka.
Cinta merekapun benar-benar seperti sumber air zamzam, kasih sayang mereka tak pernah habis. Masalah demi masalah dapat mereka langkahi dengan mudah.
Hakikat cinta adalah kehendak pada kesatuan. Secara teori hanya ada satu subjek yaitu "aku", karena mencintai berarti adanya hubungan dua diri, subjek dan objek . mencintai dan cintai.
"penasaraan, saksikan kelanjuutannya di episode 2"
bersambung.
30 hari berlalu, dan sekarang malam minggu, 25 september 2010 mereka kembali merajut benang-benang cerita cinta.
Hidup ini memang sepi dan sunyi bila tidak ada masalah. Di cerita kali ini pun mereka tetap saja ada masalah yang menerpa. Seperti pada saat Novi sedang iseng-iseng membuka facebook kekasihnya.
Ketika itu, rasa penasaran menghantui Novi, lalu klik kotak masuk, dan ternyata "oh tuhan, jadi slama ini begini?" dalam hati seketika Novi mreasa kecewa, sempat terpikir oleh Novi bahwa laki-laki itu sama tukang nyakitin cewe. Tetapi Novi mencoba untuk positif thinking, namun ia tidak bisa. Malah ia menunjukan sifat yang berbeda pada Andre, Andre pun merasa penasaran dengan Novi.
Itu cuma kesalahpahaman Novi, Andre tahu rasa cemburu memang menunjukan rasa sayang seseorang pada orang yang disayanginya, tapi jika berlebihan itu malah akan menimbulkan keretakan pada suatu hubungan.
Permasalahan Novi dan Andre pun kini sudah terpecahkan, tak lama dari kejadian itu, Novi selalu bercerita kepada Andre tentang seseorang yang selalu menggangunya. Novi berusaha mencertiakan hal yang sebenarnya kepada Andre.
Orang yang selalu mengganggunya itu adalah mantan pacar Novi, Novi sudah sangat sakit hati sekali olehnya. Tapi Novi heran, selama menjalin cinta deng Andre, Novi tak pernah melihat Andre cemburu kepada Novi, em apakah Andre gak sayang sama Novi, atau dia berusaha ngerti ovy?? Andre menjawab pertanyaan Novi, Andre pun pernah merasa cemburu pada Novi, sama seperti Novi, namun Andre selalu mencoba untuk positif thinking percaya dan mengerti. Ya itulah perbedaan cewe dan cowo, cewe lebih bermain perasaan, di lain sisi cewe selalu gundah memikirkan masalah yag dihadapnya, tapi dengan kekautan cinta, mereka berusaha mempertahakannya.
To Be Contineud

Surat Rahasia Publik

Bandung, 15 Juni 2008
Untuk Kang Sopar

Meskipun hari ulang hari dan kita bertemu sepanjang waktu
Tapi baru kali ini aku bisa mengeluarkan isi hati
Isi dari lubuk hatiku yang tak pernah kamu tahu
Sebenarnya aku cinta sama kamu
Sekali lagi aku ucapkan aku cinta kamu

Seandainya memang hati ini untukmu
Aku pasti merasa ragu dan kaku
Ketikaku melihat matamu
Penuh cinta dan suka
Saatku pandang matamu
Luluh terasa jiwa ragaku ini

Kemana aku cari cintamu
Kemana aku curi hatimu
Aku tak mau memaksakan kehendakmu
Tapi yang kumau hanya pengertianmu

Ini surat kutukan
·         Dibaca mimisan
·         Ga dibaca ingusan
·         Dibales kudisan
·         Gak dibales panuan
·         Di simpankurapan
·         Gak di simpan bisukan
·         Awas lhoo salah pilih

Novi adriyanti

Kosakata Sastra

 Roda-Roda Kehidupan


Ronal merupakan anak yang bisa dibilang pintar dibidang akademik, terlihat dengan rapotnya yang selalu masuk 5 besar dikelasnya. Dia merupakan anak Pak Karim salah satu juragan ayam dikampunya Desa Bangun Jaya. Dia anak yang taat kepada orang tua dan rajin beribadah ke mesjid. Semua orang menyukainya ditambah dengan parasnya yang enak untuk dipandang.
            Setiap hari sepulang sekolah dia selalu ke kios ayam untuk membantu ayahnya berjualan, setelah ibunya meninggal beberapa bulan yang lalu Ronal menjadi anak yang pemurung, mungkin dia masih merindukan kasih sayang ibunya, yang telah merawatnya dari kecil dan dia belum bisa membahagiakan ibunya itu.
            Tiap malam dia selalu teringat ibunya, kini tidak ada lagi yang mengingatkannya supaya cepat tidur. Karena biasanya dia selalu berdiam diri menatap langit dimalam hari, dibalkon loteng rumahnya. Tak ada senyuman hangat yang bisa merubah segala perasaan yang gundah. Tapi kini dia harus menerima kenyataan bahwa Allah sayang kepada ibunya, kini Ronal harus merelakan kepergian ibunya.
            Tanpa sepengetahuan Ronal ternyata ayahnya meminjam uang ke bank dengan jumlah yang cukup banyak. Suatu hari musibah menimpa keluarganya. Yaitu bisnis ayahnya ditipu oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab. Walaupun sudah dilaporkan ke polisi, tetap saja hasilnya nihil. Ekonomi keluarga Ronal mulai terganggu. Dan kini ayahnya kesulitan untuk membayar hutang-hutangnya ke bank. Maka tanpa berpikir panjang ayahnya terpaksa meminjam uang ke rentenir yang bunganya besar. Mau bagaimana lagi ini adalah cara terakhir untuk mendapatkan uang. Dengan harapan bisa kembali seperti dahulu, dan bisa membayar hutang-hutangnya ke Bank tetapi cobaan masih menimpa keluarganya, usaha ayahnya menjual ayam kini tidak lancar dan banyak ayam yang mati. Seperti yang sudah diketahui saat ini merebak penyakit flu burung. Sehingga masyarakat yang ada disana resah mengenai banyak ayam Pak Karim yang mendadak mati, maka dengan tindakan main hakim srendiri masyarakat menutup ternak Pak Karim.
            Pak Karim tidak berdaya karena sifatnya yang selalu mengalah. Mengetahui semua kejadian itu Ronal semakin patah semangat untuk mencapai cita-citanya yaitu menjadi dokter. Dia jadi malas belajar dan menjadi stres. Kenapa kejadiaan ini harus menimpanya. Dalam kesehariannya dia menjadi tidak percaya diri karena kemiskinan yang kini menimpanya. Bayangkan saja biasanya dia bekal ke sekolah tiap hari, kini jangankan bekal uang kesekolah untuk makan saja susah.
            Tiap hari Ronal selalu berpikir, kalau tahu hidup begini kenapa aku harus dilahirkan. Dia menjadi tak mensyukuri hidupnya. Suatu hari teman-temannya mengetahui perubahan yang dialami oleh Ronal itu. Mereka berinisiatif unttuk membatu Ronal agar tetap kuat dan mensyukuri hidup ini. Namun, Ronal tetap seperti itu, selalu menyalahkan kesengsaraan hidupnya.
            Dalam kegundahannya dia selalu merenung dimalam hari melihat langit yang bertaburan dengan cahaya bintang. Sambil mendengar lagu “ya sudahlah” yang sebagian liriknya adalah:
Apapun yang terjadi
Ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih
Coz everything gonna be ok                                                                            
Lagu ini benar-benar mengispirasi Ronal untuk berubah seperti dahulu lagi. Walaupun kini kondisi keuangannya terpuruk namun dia sadar bahwa tak selamanya kita hidup selalu di atas, adakalanya kita lagi dibawah. Karena hidup seperti roda yang berputar. Kini dia hidup seperti biasa, dan keberuntungan menghampirinya. Dia diterima di Universitas Kedokteran dengan beasiswa. Mungkin beberapa tahun kedepan dia bisa memperbaiki kehidupannya dan mulai melunasi hutang-hutang ayahnya.
-tamat-

Penulis: Nendar Sunandar 
 

Followers